pernah ku mengucap tanya
mengapa harus dia?
pernah ku terelak sebuah kisah tukang cinta
hampir ku terjebak didalamnya meski sementara
namun tak mau ku hidup dengan luka di dada
cinta itu buta, memang
tapi semua layak tuk dikenang bukan?
bak seorang pejuang
pastilahku berharap untuk menang
namun ku tetap terpaku
terjebak dalam bisu
terdiam dalam kisah semu
membuatku terus menunggu
namun tahu kah kau?
kini ku tak lagi ragu meninggalkan kisah ini
tahu kah kau?
aku telah siap menghapus rasa dan mengakhiri kisah ini
"puisi jaman kapan yah ini? hahaha.. maaf agak ga jelas. biasa anak mudoo..."
No comments:
Post a Comment