Saturday, April 20, 2013

Aku, Temanku, dan Syukur

kita selalu membutuhkan daya untuk hidup. setidaknya itu yang dia selalu lakukan saat bertemu denganku yang tak berdaya. dia datang, tersenyum dan meberikanku daya yang cukup untuk bersinar. mengahadapi dunia. aku senang berada didekatnya. aku senang hanya untuk melihatnya bermain dengan laptop dan bercengkrama dengan bukunya. dia pencinta buku, aku pencinta dirinya.

saat malam datang dia sering sekali menyapaku dan menuntunku untuk tidur. bermimpi bersama dan menyambut pagi di kemudian detik. aku sudah bersamanya lama. disaat dia pindah dia rumah dia selalu mengajaku bersama. saat dia pindah ke ruang berwarna hijau, putih, biru dan hari ini kuning. dia tetap membawa dan mengajaku bersamanya. aku teman setianya, dia setia memberikan daya padaku. untuk kehidupanku.

aku tak pernah mau hidupku bersinar namun sia-sia. aku selalu ingin berguna untuknya. aku tak pernah ingin padam jika ia tak menginginkanya. akupun tetap menajga kesehatanku untuk dirinya. aku senang berada di dekatnya, seperti yang sudah kubilang. walau kadang dia pergi sehari penuh dan meninggalkanku dalam kelelahannya menjemput lelap.

seperti kataku, aku sudah bersamanya lama. aku melihat ia tumbuh. ia semakin dewasa dan terbuka. aku tahu itu. aku sering melihat dia menulis di blognya, jurnalnya, ataupun dari ucapannya langsung saat bercerita kepadaku. semenjak aku dipertemukan oleh kedua orang tuanya, aku menjadi teman sejatinya. teman dimana dia bisa leluasa berbagi kisah indah ataupun berkeluh kesah.

dahulu ia senang sekali mengeluh. ya, dia orang yang sering mengeluh. dari melihat rendah dirinya. dia tak mengerti cara melangkah dengan benar, ia hanya berusaha melangkah. ia tak punya tujuan yang jelas. keseringan ia mengimitasi pekerjaan dan cita-cita namun ia sadar itu bukanlah dia.

dulu pernah ia salah melangkah, menurutnya. namun kini ia bersyukur. dia bercerita padaku kini hidupnya bahagia. dia mungkin tak akan merasakan kebahagian seperti ini jika ia tak salah melangkah. karena setelah kesalahan ia melangkah, ia bersyukur. rasa syukur memang tiada duanya. kini ia menikmati syukurnya dalam gelap malam atau terangnya siang. ia memanjatkan syukurnya minimal lima kali sehari dan itu membuatku tersenyum.

kini, disamping jendela ia bercerita. ditemani suara angin dan kerumunan malam. iya tersenyum bahgia. ia sedang bersyukur. aku tetap terpaku ditempatku, menemaninya, mendengarkannya, dan menyinarinya.

malam semakin kelam. kicau burung tak lagi bergema. ia menuntunku ke alam malam. ia berkata "aku tidur dulu. kapan-kapan cerita lagi." mematikan sinarku dan terlelap. aku tersenyum walau tanpa sinar. setidaknya, walau hanya sebagai lampu meja ku tetap bersyukur telah menjadi temannya.

Thursday, April 4, 2013

Malamku

'cause even the stars they burn
some even fall to the earth
we've got a lot to learn
God knows we're worth it
no, i won't give up..

lagu i won't give up  dari Jason Mraz ternyata membangunkan ku. lagunya enak di dengar, tetapi aku terbangun dan tersadar aku belum mematikan radio dari handphone ku sedari tadi. aku ketiduran. dan saat aku melihat jam tanganku, ternyata sekarang sudah memasuki pukul 2.49 dini hari. hari minggu, hari liburan lainnya yang membosankan.

aku tak mencoba kembali untuk tidur. bahkan aku tak menyentuh handphone ku untuk mematikan radio dengan lagu yang hampir selesai. aku terbawa keadaan di malam ini. dari luar jendela ku dengar sayup-sayup suara air hujan yang tak begitu besar. tapi cukup merdu untuk menamani malam. seandainya tak hujan, mungkin aku sudah keluar menikmati malam.

aku berdiri, lalu duduk kembali di pinggiran kasur ku. ah, haus juga. pikirku. ku teguk air dari botol dekat kasurku. aku mulai berfikir, apa yang dilakukan bulan pada malam-malam seperti ini? setiap malamnya. dia indah, tapi hanya dilihat sebentar lalu ditingal tidur. belum lagi jika mendung atau hujan seperti ini. apa dia tak merasa bosan? aku saja hampir bosan dengan suasana seperti ini, tapi belum ada niatan dalam diriku untuk tidur lagi.

aku kembali ke tempat tidur dan mengecheck handphoneku. disana ada banyak pesan dari teman-temanku megucapkan selamat ulang tahun. ternyata mereka semua ingat, melebihi diriku. aku tersenyum-senyum sendiri membacanya. lagu-lagu di radio terus berputar menemani. sampai pada satu pesan yang ku tunggu, bukan pesan pertama tapi aku tetap bersyukur.

assalamualaikum kang. selamat ulang tahun kang. semoga tercapai cita-cita dan segala pengharapannya. semoga Allah senantiasa melindungi akang. saya disini selalu berdoa. jujur, saya merindu kang. tapi saya rindu dengan ikhlas menunggu. jika memang akanglah jodoh saya, pasti ada jalan. terimakasih atas hal-hal indah di hari sebelumnya kang. salam dari keluarga disini. wassalam.

saya menyayangi dia. saya senang di lebih memilih Allah dari pada saya. semoga benar iya menjadi istri solehah dan mendapat suami yang soleh. saya bahagia jika dia bisa bahagia dunia dan akhirat. lalu seketika air mata saya menetes beberapa. saya merindukannya juga. semoga waktu saya menuju jalan kebenaran sama dengan waktu dia menunggu. karena saya mencintainya tulus, ikhlas. aamiin.

lalu saya mengambil wudhu, shalat malam, dan kembali tidur.