Sunday, May 6, 2012

Senyum Ku

senja itu memukau. indah. Alhamdulilah aku bisa melihatnya, bersama dia yang kucinta disamping ku.
"hey, kamu kenapa senyum-senyum gitu?"
aku mencoba membuka kembali sebenarnya apa yang sedang kupikirkan. aku tak begitu yakin. tapi yang kutahu sedari tadi hanya wajahnya yang terlintas.
pikiranku melayang jauh ke dalam dimensi waktu. menjelajahi kenangan-kenangan yang rasanya lucu untuk diingat-ingat. ah, masa muda yang menyenangkan. ku terpaku di memori beberapa tahun siam itu. saat pertama kali ku melihat ia kebingungan. yah, aku melihatnya untuk pertama kali ditempat itu. di ruangan yang sedikit gelap dan dipenuhi jiwa-jiwa beraga yang sedang berkumpul. mencari kata untuk mufakat.
ia terlihat resah karena tak mendapatkan apa yang ia cari saat itu. namun aku tetap tersipu sampai aku berdiri dan mendapatkan tatapannya. aku berikan yang ia cari. hanya seonggok plastik yang sedemikian rupa dibentuk. tempat duduk itu. aku tak tahu dimana tempat duduk itu sekarang, atau ia mugkin telah lenyap digerogoti jaman. namun tempat duduk itulah yang menjadi saksi bisu. hem bukan, saksi nyata untukku.
ah, masa remaja. tapi bagamana mungkin aku tiba-tiba saja terpesona sebegitunya. langsung jatuh cinta dengan dirinya. dan itu tetap berlanjut
melihat senyumnya setiap kali berpas-pasan denangnya. mecari tahu siapa namanya dari teman-teman ku disana. entah ini yang nama nya cinta monyet atau monyet yang sedang bercinta, tapi yang aku tahu aku  mencintainya tanpa mengetahui siapa dia. tanpa mengenal jati dirinya. hingga kini. dia lah yang berada disini mendampingiku. disampingku. dan yang ku tahu ini hanya sekedar cinta tanpa monyet.
"hem, gapapa kok. lagi pengen senyum ajah." jawab ku sambil terus tersenyum dan bersyukur.

No comments:

Post a Comment