Sunday, June 17, 2012

Robot Manusia

tik.. tik.. tik.. suara jatuhan air itu menemaniku. duduk terdiam aku di sudut lorong jalan ini. apakah ini ujung? atau justru inilah pinggir? aku tak mengerti. aku hanya tersiam di lorong setengah lingkaran ini. dibawah jembatan metropolitan dan dikelilingi beceknya jalan. hujan hari ini terasa lama sekali. entah berapa jam aku menunggu dibawah lorong ini. aku tak sendiri. aku ditemani orang-orang yang berhenti hanya sekedar memakai jas hujan yang ia ambil dari motor lalu pergi, ditemani mereka yang setengah berlari kemari saat hujan datang, ditemani bayangan hitam yang aku pun tak dapat membedakan. mana bayanganku dan mana masa laluku. 
terpikirku bahwa selama ini aku selalu berpikir. apa anda mengerti? yah aku selalu berpikir. semua hal aku pikirkan dengan baik. semua. semua. sampai aku lupa bagaimana rasanya merasakan. aku lupa apa itu perasaan? 
aku mencintai seseorang. tapi apakah itu perasaan cinta saat ku tak bisa menunjukannya? aku peduli pada orang lain, namun saat ku tak bisa berinteraksi apakah itu masih disebut peduli? umurku masih terbilang muda. semua organ tubuhku masih bekerja dengan maksimal. bahkan sel-sel kuku ku masih sering membelah. yah, mereka membelah dengan cepat. tapi, mengapa aku tak merasa sempurna sebagai manusia?
tunggu. aku berpikir. kembali berpikir. aku tahu, entah dari buku apa atau seminar mana atau mungkin orang tua ku pernah berucap. aku tahu, manusia memiliki dua hal penting, hati dan pikiran. tunggu dulu. hati dan pikiran. aku tahu apa tu pikiran. aku sering bersama dia. dia teman setiaku. tapi apa itu hati? 
hujan mulai berhenti. aku terus berpikir. aku harus ke perpustakaan sekarang juga. aku harus tahu apa itu definisi hati. aku harus mengerti. aku ingin menjadi manusia sempurna.
perpustakaan tak berada jauh dari tempat ku berdiri. aku hanya perlu naik taksi sekali saat hujan reda dan menaiki tangga yang berada disebelah lorong tadi. tunggu dulu. aku merasa kacau. yah, kemanapun aku pergi aku pasti hanya memakai taksi sekali. hanya sekali. 
ku berhenti di depan gedung tua itu. aku sering kemari, atau mungkin hanya aku yang kemari. aku langsung saja masuk ke dalam gedung tua itu. pengap, berdebu, sepi, hning, dan banyak sekali buku.
"aku mencari buku tentang hati." ucapku tanpa menunggu pada petugas perpustakaan yang sepertinya sedang menikmati masa sendirinya. membaca buku, memakai kacamata, duduk rapi dan tegap. 
"ikuti saya." jawabnya kaku. namun aku kenal dia. dia sering tersenyum di luar perpustakaan. saat kami mkan siang bersama.
aku mencari kata hati dan yang kudapatkan bahwa hati berfungsi sebagai pendetoks racun dan sebagainya dan sebagainya. aku tak puas. aku berucap terimakasih lalu pergi. 
aku brpikir. ada satu mahluk yang tak memiliki hati. robot. mungkin aku salah satu dari mereka. mungkin aku diciptakan bukan dilahirkan. atau mungkin aku adalah robot versi manusia.

No comments:

Post a Comment